Kamis, 20 Oktober 2011

Mandikan Aku Bunda


Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Kisah Si Pemungut Daun


Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.


Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Mulianya Adikku


Aku adalah seorang perempuan biasa yang dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik laki - laki, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku sering membawanya, untuk mendapatkannya, aku mencuri lima ribu rupiah dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang di laci ayah?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan. "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Selasa, 18 Oktober 2011

Do'a Untuk Bunda


Bunda, aku tahu kadang bunda berdusta padaku. Ketika dulu saat ananda makan, bunda memindahkan nasi punya bunda padaku, bunda berdusta dengan mengatakan............... "Bunda tidak lapar, makanlah nak"



Ketika aku dan adik mendapatkan ikan dari hasil pancingan, bunda memasak masakan yang enak dan bergizi dengan ikan tersebut, bunda hanya memakan sisa ikan tersebut.
Bunda berdusta kepada kami dengan mengatakan....."Makanlah nak, bunda tidak suka ikan"

Semangkuk Bakmi


Pada suatu malam seorang anak bertengkar dengan Ibunya. Karena marah, si anak pergi meninggalkan rumah. Beberapa saat berjalan ia baru sadar bahwa ia tak membawa sepeser uangpun.

Di tengah perjalanan rasa lapar dan haus mulai ia rasakan. Sampai akhirnya ia bertemu warung yang menjual Bakmi. Ia ingin memesan 1 mangkuk Bakmi hangat untuk mengganjal perutnya, tp ia sadar tidak punya uang. Akhirnya ia hanya berdiri termangu di depan warung.

Kesetiaan Suami


Sebuah Renungan, buat para calon suami ataupun calon istri. Semoga Bermanfaat, kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Kenapa Engkau Mudah Menangis


Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya, “Mengapa engkau menangis?”. “Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya. “Aku tidak mengerti”, kata anak itu. Ibunya hanya memeluknya dan berkata:


“Dan kau tak akan pernah mengerti” Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
“Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan, yah?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan, anakku”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya. Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan,

Bunga Terindah Untuk Wanita Malang


Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.


Kamis, 13 Oktober 2011

Mulianya Hati Ibuku


Dears, sebelum melanjutkan, kisah dibawah ini adalah sebuah kisah fiksi yang tertuang didalam imajinasi, tidak ada kejadian fakta didalamnya. Hanya terinspirasi dari kisah Ibu dan Bunda yang di ikutkan dalam festival blog : Minum Teh Bersama Ibu dari guskar dot com



Dirumah nenek (begitulah anakku biasa memanggil Ibu), aku lihat Ibu tengah ngobrol dengan adik perempuanku satu-satunya yang sudah kian beranjak dewasa. Dari mimik mulut mereka, aku tau pasti mereka sedang membicarakan Ayah yang memang jarang pulang akhir-akhir ini. Menurut pengakuannya sih kerja, ya maklumlah Ayahku adalah seorang pengusaha Pub dan Resto yang cukup sangat sibuk.



Hanya Ada Batu Untuk Ali


Pagi baru saja merayap, gelap masih mencengkram lemah, sementara subuh sudah terlewati hampir setengah jam yang lalu, dan rona fajar masih enggan menampakan wajahnya. Dua orang bocah tampak terburu-buru melarikan diri dari sajadah tempat ia bersujud, berlari menuju pantai yang saat itu sangat tenang.



Tiba dipesisir pantai, sang kakak mencari tempat yang tinggi agar bisa melihat perahu besar yang katanya akan membawa sekaleng susu untuk dirinya dan adik-adiknya. Seorang bocah, Husien, berumur 5 tahun tampak antusias berdialog dengan adiknya yang berusia 3 tahun, bernama Ali. Sang adik menanyakan kapan segelas susu penuh buatnya akan tiba.

Begitu Mulianya Engkau Ibu


Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, hanya tinggal ibunya yang sudah tua dan anak laki-lakinya saja yang saling menopang.

Ibunya bersusah payah membesarkan seorang anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, anaknya tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih sayang menunggui anaknya sambil menjahitkan baju untuk sang anak.

Selasa, 11 Oktober 2011

Belajar Dari Belalang


hikmah belalangKadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah anda pernah mempertanyakan kepada hati nurani bahwa anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau anda mau menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah anda ingin membebaskan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini anda anggap diluar batas kemampuan anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tetapi bila anda sudah sampai kepuncak, semua pengorbanan itu pasti terbayar.
Kehidupan anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan anda. Bukan cara hidup yang seperti mereka pilihkan untuk anda…



Berfikir Untuk Doaku Tidak Dikabulkan

Cerita motivasi berikut diambil dari kisah nyata tragedi pesawat Challenger. Kisah nyata ini semoga dapat menjadi sumber motivasi bagi anda semua yang mungkin saat ini belum mencapai apa yang anda inginkan atau sedang mengalami sesuatu yang mungkin tidak anda inginkan. Anda pun sebetulnya mempunyai cerita kehidupan anda sendiri, tuliskanlah dalam buku kehidupan anda sebagai cerita motivasi bagi anda, anak-anak anda nantinya, atau teman-teman anda. 

Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA.

Rahasia Tersembunyi Dari Sabar

Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan bayak kisah. 
Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya. 

Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat Saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika. 

Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini. 

Minggu, 09 Oktober 2011

Belajar Dari Budak


Pada Suatu hari Abdullah bin Jafar bermaksud berjalan-jalan memeriksa kebun-kebun miliknya. Saat itu adalah waktu siang ditengah musim panas. Saat kebun- kebun buah dan sayuran biasanya tumbuh sangat subur dan indah.



Setelah berkeliling dari satu kebun ke kebun yang lain, menjadi gembiralah hati Abdullah bin Jafar. la melihat kebun-kebunnya diurus dengan baik oleh para pembantunya Sehingga semua tanaman tampak tumbuh subur, sehat dan tentu saja akan menghasilkan panen yang berlimpah.

Tetapi, ketika melewati kebun tetangganya, Abdullah bin Jaf ar melihat sebuah peristiwa yang menarik perhatiannya.

Janganlah Kamu Menjadi Gelas


Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ? sang Guru bertanya.


Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, jawab sang murid muda.

Jangan Lupakan Ayah


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya, Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?



Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Kebenaran Ucapan Hitler


Masih Ingat belasan orang yang terbunuh setelah pasukan Israel mencegat konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk warga Jalur Gaza tampo hari?. Kapal Turki yang memimpin iring-iringan misi kemanusiaan tersebut termasuk kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan yang notabene tidak bersenjata diserbu serdadu Israel secara membabi buta. Reaksi keras mengalir atas insiden tersebut.